JOGJA-Ditengah kemelut peperangan terorisme di indonesia yang tak segan-segan membunuh yang dianggap lawannya. Demikian perlawanan serangan balik pun digencarkan. Namun perang melawan koruptor tidak boleh dilupakan. Karena sejatinya, koruptor lebih kejam daripada teroris. demikian diungkapkan oleh mantan ketua umum PB
HMI 1974-1976, Chumaidi Syarif Romas dalam acara halal bihalal dan temu kader HMI cabang Jogjakarta di Aula I Balai Kota Jogja, Minggu (3/10) kemarin.
“Teroris, secara sosiologis adalah semua orang yang membunuh dengan kekerasan. Demikian dengan koruptor, ia telah membuat jutaan rakyat menderita dengan cara yang halus. Jadi, teroris masih lebih rendah derajatnya dibanding koruptor,” ujarnya.Dalam keempatan yang juga dihadiri oleh Nyi Lafran Pane (istri Lafran pane), para alum ni yang sudah menjadi dosen di seluruh universitas di Jogja, ketua paguyuban Malioboro serta jajaran pengurus Badko Jateng-DIY.