Showing posts with label News. Show all posts
Showing posts with label News. Show all posts

Thursday, November 18, 2010

Belajar ke Negeri Sakura

Bencana di indonesia seolah tak pernah ada hentinya. Belum selesai penanganan bencana di Wasior, muncul gempa bumi dan tsunami di kepulauan Mentawai sampai letusan Gunung Merapi di Yogyakarta. Puluhan bahkan ratusan ribu korban nyawa melayang, kerugian materi sudah tak dapat diperhitungkan. Entah sampai kapan bencana ini akan berakhir? Tak ada yang mampu memprediksi.

Thursday, November 4, 2010

Merapi “Kentut Lagi”, Hujan Abu Lebih Deras

Foto diambil sekitar pukul 01.30 di kawasan Gondokusuman Jogja (setingan tanggal kamera salah)
Lagi, Gunung Merapi meletus, Jum`at (5/11/2010) dini hari. Letusan gunung yang teraktif di dunia ini dikabarkan lebih besar dari sebelumnya. Awan panas yang keluar mencapai kurang lebih 8 km. Hujan abu pun dapat di rasakan hingga Bantul, sekitar pukul 00.45 WIB. akibatnya beberapa pengungsi mengalami hangguan saluran pernapasan.

Badan Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Gunung Merapi  yang dihubungi rekan saya menambah titik aman dari ancaman awan panas hingga radius 20 km dari sebelumnya 15 Km .

Posko-posko penampungan di kawasan Hargobinangun, Pakem pun terpaksa harus pindah agar terhindar dari amukan Merapi. Rencananya, Posko akan dipusatkan di Stadion Maguwoharjo, Depok, Sleman.

Wednesday, November 3, 2010

Teroris, Indonesia dan Amerika


Teror, teror dan teror terus mengguncang Indonesia. Seolah tak pernah ada habisnya. Segitu bencinya kah para teroris terhadap bangsa ini sampai-sampai nyawa manusia pun menjadi tidak ada lagi harganya. Siapakah sebenarnya yang menjadi sasaran utama dari para teroris tersebut?.

Jika di perhatikan dari kejadian semua peledakan bom, mulai dari bom Bali satu dan dua, Kedubes Australia, terakhir peledakan di  dua hotel JW. Marriott dan Rizt Carlton kemarin (17/7) Kuningan, Jakarta adalah tempat-tempat keramaian yang di dominasi oleh turis asing dan terutama Amerika. Maka, bisa dibilang jaringan teroris adalah orang-orang yang menaruh dendam kesumat terhadap Amerika dan antek-anteknya.  

Kedewasaan Dalam Berpolitik


LELAH sudah rasanya setiap hari kita menyaksikan "perang" antarcapres yang semakin hari kian memanas mendekati Pilpres 8 Juli mendatang.

Bukan hanya capres dan tim suksesnya yang sibuk mengulik berbagai kesalahan lawan politiknya dan mengumbar citra baik calon yang diusungnya, melainkan di tingkatan konstituen pun dirasakan imbasnya. Sebagai contoh, ketika salah satu capres mengkritik bahwa program Bantuan Langsung Tunai (BLT) merupakan pembodohan bagi rakyat, secara psikologis masyarakat merasa tersinggung.

Monday, November 1, 2010

3 Kapolres di DIY disertijabkan

SLEMAN-Kapolda DIJ memerintahkan kepada semua Kapolres di DIJ dituntut dapat mengendalikan Crime Rate atau tingkat kejahatan yang terjadi di wilayahnya masing-masing, dengan penyelesaian setiap gangguan, pelanggaran dan kejahatan. Hal tersebut untuk memenuhi tolok ukur keberhasilan tugas pokok anggota polisi. Sebagai salah satu cara yang dapat dipergunakan untuk melakukan perintah tersebut adalah dengan memahami karakteristik wilayah yang dipimpin gar kebijakan dan rencana kerja yang dilakukan dapat sesuai dengan kebutuhan.  
"DIY saat ini telah mengalami perubahan yang signifikan baik dari sisi tantangan maupun hambatan untuk menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat.Tantangan dan hambatan ini memelikikecenderungan meningkat baik dari sisi kuantitas maupun kualitasnya," tegas Kapolda DIJ, Ondang Sutarsa Budhi saat memimpin Serah Terima Jabatan (Sertijab) jabatan Kapolres Sleman, Gunungkidul dan Kulonprogo di Mapolda DIJ.

Tuesday, October 5, 2010

HMI Jogja Harus Jihad

JOGJA
-Ditengah kemelut peperangan terorisme di indonesia yang tak segan-segan membunuh yang dianggap lawannya. Demikian perlawanan serangan balik pun digencarkan. Namun perang melawan koruptor tidak boleh dilupakan. Karena sejatinya, koruptor lebih kejam daripada teroris. demikian diungkapkan oleh mantan ketua umum PB HMI 1974-1976, Chumaidi Syarif Romas dalam acara halal bihalal dan temu kader HMI cabang Jogjakarta di Aula I Balai Kota Jogja, Minggu (3/10) kemarin.

“Teroris, secara sosiologis adalah semua orang yang membunuh dengan kekerasan. Demikian dengan koruptor, ia telah membuat jutaan rakyat menderita dengan cara yang halus. Jadi, teroris masih lebih rendah derajatnya dibanding koruptor,” ujarnya.Dalam keempatan yang juga dihadiri oleh Nyi Lafran Pane (istri Lafran pane), para alum ni yang sudah menjadi dosen di seluruh universitas di Jogja, ketua paguyuban Malioboro serta jajaran pengurus Badko Jateng-DIY.

Monday, September 20, 2010

Herry Zudianto: Setuju ibukota dipindah

JOGJA-Walikota Jogja Herry Zudianto mengaku sepakat jika ibu kota negara dipindahkan, asalkan ke luar daerah pulau jawa.
“100 persen saya sepakat kalo ibukota dipindah. Asalkan kedaerah Sumatra atau papua, bukan di Jogja” tegasnya, usai memberikan materi pada Latihan Kader (LK) II dan Senior Course (SC) HMI Cabang Jogjakarta di Balai Diklat Pertanian, di Wonocatur Jogja, Jum`at (20/8) sore.
  Menurut Herry, pembangunan pasilitas kesehatan, pendidikan dan lainnya akan selalu terpusat di ibu kota, maka cara untuk mensiasati kemajuan pembangunan diluar daerah adalah dengan memindahkan ibukota negara.
Dalam kesempatan itu juga Herry berpesan pada kader HMI, agar mempersiapkan diri untuk menjadi pemimpin di masa depan. “HMI harus siap jadi pemimpin masa depan,” teganya.
Namun, lanjut mantan Aktivis HMI itu juga memberikan syarat bagi semua kader HMI yang akan menjadi pemimpin. Diantaranya, kader dituntut memilikin totalitas, integritas dan loyalitas.
Persoalan bangsa ini, imbuh Herry, menjadi tanggungjawab organisasi-organisasi mahasiswa. Namun Hery menyayangkan, kebanyakan organisasi mahasiswa saat ini tidak pernah mengangkat isu lokalitas. “kedepan HMI harus juga mengangkat isu-isu loka,” terang Herry Zudianto yang memberi materi dengan tema `HMI Dalam Mengelola Peluang dan Tantangan`. (hmi)